Taman Bungkul

TAMAN BUNGKUL SURABAYA
JANTUNG REKREASI WARGA KOTA SURABAYA

Taman Bungkul yang terletak di Jalan Raya Darmo resmi di buka untuk umum pada tanggal 21 Maret 2007. Nama “Bungkul” diambil dari nama mbah Bungkul. Mbah Bungkul adalah julukan untuk Ki Supo, seorang ulama di kerajaan Majapahit (abad XV) yang juga saudara ipar dari Raden Rahmat atau Sunan Ampel. Makam mbah Bungkul juga terletak di bagian belakang taman ini. Luas area taman ini sekitar 900 meter persegi dan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti amphytheater dengan diameter 33 meter, jogging track, taman bermain anak-anak dan lahan untuk papan luncur. Selain itu, taman ini juga difasilitasi dengan akses internet nirkabel.

Konsep taman bungkul ini adalah Sport, Education, dan Entertainment. Dilengkapi berbagai fasilitas seperti arena bermain skateboard dan sepeda BMX track, jogging track, plaza (sebuah open stage yang bisa digunakan untuk live performance berbagai jenis entertainment), telepon umum, area green park seperti kolam air mancur, dan area pujasera terletak di belakang taman. Taman ini juga dilengkapi dengan jalur bagi penyandang cacat agar mereka pun bisa ikut berekreasi. Beberapa acara hiburan dan kebudayaan juga sering di gelar ini taman ini.

Pada tanggal 11 Agustus 2009 fasilitas Taman Bungkul bertambah, Walikota Surabaya saat itu Bambang DH. meresmikan pengoperasian keran air siap minum (KASM) yang pertama untuk digunakan di taman kota.

Di tahun 2013 Prestasi membanggakan disematkan kepada Taman Bungkul dengan diterimanya penghargaan “The 2013 Asian Townscape Award (ATA)” untuk kategori Taman Terbaik Se-Asia dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang diterima langsung oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini di Jepang.

Taman Bungkul sudah menjadi jantung rekreasi warga kota Surabaya. Taman ini sekarang menjadi taman wisata bagi mereka yang ingin menikmati suasana hijau di tengah kota.

Waktu yang tepat untuk menikmati Taman bungkul  adalah datang di malam hari, karena taman kota ini kelihatan cantik di malam hari berhias dengan gemerlap ornamen lampu hias.

Di siang hari taman bungkul menghadirkan keteduhan. Bagi pelancong yang penat setelah berkeliling di taman ini bisa menuju ke bagian belakang taman. Terdapat deretan warung makan yang menawarkan sajian menu khas Surabaya, seperti Rawon, Soto, Bakso dan banyak lagi. Taman Bungkul yang selalu ramai dari pagi hingga malam hari sangat pantas menjadi kebanggaan warga kota Surabaya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *