General Info

PROFIL KOTA SURABAYA

Wilayah

Letak kota Surabaya berada di tepi pantai utara Jawa Timur. Terletak diantara 07012’ -07021’ Lintang Selatan dan 112036’ – 112054’Bujur Timur, Batas-batas wilayah Kota Surabaya adalah :

  • Batas Utara : Selat Madura
  • Batas Selatan : Kabupaten Sidoarjo
  • Batas Timur : Selat Madura
  • Batas Barat : Kabupaten Gresik

Topografi 
Kota Surabaya meliputi:

  • Kota pantai
  • Dataran rendah antara 3-6 m di atas permukaan laut
  • Daerah berbukit, di Surabaya bagian selatan 20-30 m di atas permukaan laut

Temperatur Kota Surabaya terbilang cukup panas, rata-rata antara 22,60 – 34,100  Celcius dengan tekanan udara rata-rata antara 1005,2 – 1013,9 milibar dan kelembaban antara 42% -97%. Kecepatan angin rata-rata per jam mencapai 12 – 23 km, curah hujan rata-rata antara 120 – 190 mm. Jenis Tanah yang terdapat di Wilayah Kota Surabaya terdiri atas Jenis Tanah Alluvial dan Grumosol, pada jenis tanah Alluvial terdiri atas 3 karakteristik yaitu Alluvial Hidromorf, Alluvial Kelabu Tua dan Alluvial Kelabu.

Demografi

Posisi geografi sebagai permukiman di pesisir pantai menjadikan Surabaya berpotensi sebagai tempat persinggahan dan permukiman bagi kaum pendatang (imigran). Proses imigras inilah yang menjadikan Kota Surabaya sebagai kota multi etnis yang kaya akan budaya. Beragam migrasi, tidak saja dari berbagai suku bangsa di Nusantara, seperti, Madura, Sunda, Batak, Borneo, Bali,  Sulawesi dan Papua, tetapi juga dari etnis-etnis di luar Indonesia, seperti etnis Melayu, China, Arab, India, dan Eropa, datang, singgah dan menetap, hidup bersama serta membaur dengan penduduk asli, membentuk pluralisme budaya yang kemudian menjadi ciri khas Kota Surabaya.

Bahasa

Sebagian besar masyarakat Surabaya adalah orang Surabaya asli dan orang Madura.
Ciri khas masyarakat asli Surabaya adalah mudah bergaul. Gaya bicaranya sangat terbuka. Walaupun tampak seperti bertemperamen kasar, masyarakat Surabaya sangat demokratis, toleran dan senang menolong orang lain.

Bahasa yang digunakan sehari-hari sebagian besar menggunakan bahasa Jawa, dengan dialek Suroboyoan. Dialek ini cukup berbeda dengan bahasa Jawa dari Jawa Tengah seperti Surakarta atau Yogyakarta yang tergolong lembut. Dialek Suroboyoan memiliki intonasi yang dalam dan tinggi, dan terkesan keras.

Ekonomi

Kota Surabaya dengan jumlah penduduk hampir 3 juta jiwa, merupakan kota terbesar kedua Indonesia setelah Jakarta dan sangat besar peranannya dalam menerima dan mendistribusikan barang-barang industri, peralatan teknik, hasil-hasil pertanian, hasil hutan, sembako, dan sebagainya. Posisi strategis Kota Surabaya sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat membuatnya selalu dinamis.

Perekonomian kota Surabaya yang terus berkembang

Sebagai kota perdagangan, Surabaya tidak hanya menjadi pusat perdagangan bagi kota sekitar  yang ada di Jawa Timur, namun juga memfasilitasi wilayah-wilayah di Jawa Tengah, Kalimantan, dan kawasan Indonesia Timur.

Seiring berkembangnya Kota Surabaya sebagai Kota Metropolitan telah menjadi tujuan bagi orang dari berbagai daerah seiring daya tarik Kota Surabaya yang menjanjikan segala macam kemudahan. Tantangan besar berikutnya ialah menyiapkan kehidupan yang layak. Kota Surabaya haruslah tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi penghuninya.

Budaya

Meskipun Surabaya banyak dipengaruhi oleh beragam budaya, tapi keaslian budayanya masih tetap hidup dan berkembang sampai saat ini. Beragam kebudayaan asli itu bisa dilihat dari berbagai acara seperti, kesenian wayang, ludrug, tari remo dan kebudayaan khas Jawa Timur lainnya.
Pariwisata
Dari segi pariwisata, layaknya kota yang sarat akan sejarah, Surabaya memiliki beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi yang berhubungan dengan sejarah masa lampau. Ditambah lagi, Surabaya memiliki keanekaragaman kuliner yang selalu dicari oleh wisatawan yang datang, seperti semanggi, rujak uleg, rawon, nasi bebek, kupang lontong, lontong balap, tahu tek dan masih banyak lagi.